Transportasi Public

KA, transportasi yang merakyat???

Salah satu transportasi publik yang satu ini sangat digemari oleh masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah. Berbagai kelas disediakan oleh transportasi ini. Kereta api, sebuah kendaraan andalan masyarakat. Kereta api merupakan sebuah kendaraan yang mampu mengangkut ribuan penumpang dalam sekali angkut. Kecepatannya dalam menempuh perjalanan pula yang membuat kendaraan ini banyak diminati. Didaerah sekitar ibu kota kereta merupakan transportasi yang menjadi andalan bagi para pekerja kantoran yang berada di luar Jakarta. Bagi mereka yang bekerja maupun bersekolah didaerah Jakarta sedang mereka berdomisili di luar Jakarta seperti Depok dan sekitarnya, kereta api merupakan sebuah solusi untuk menghindari kemacetan. Faktor lainnya adalah karena harganya yang murah dan relatif terjangkau, misalnya kereta KRL dan KA kelas ekonomi lainnya. Mungkin kedua faktor itu yang membuat KA sangat populer sebagai salah satu transportasi pulik.

Dan pada pekan kedua tahun 2011 ini, para penumpang setia KA dihadapkan pada sebuah kebijakan yang mungkin cukup memberatkan konsumen KA. Terdapat kenaikan tarif untuk KA kelas ekonomi. Padahal, peminat dari KA kelas ini sangatlah banyak. Berdasarkan berbagai pemberitaan yang ada di media masa, kenaikan tarif berkisar antara Rp 500, – sampai Rp 2.000,-. Bagi sebagian orang mungkin kenaikan itu tidaklah beratri, akan tetapi bagi sebagian lainnya mungkin memberatkan juga. Apalagi, jika kita lihat beberapa tahun belakangan ini, berbagai kecelakaan banyak terjadi. Selain itu juga dalam hal pelayanan dan fasilitas sangatlah kurang.kecelakaan KA yang sering terjadi seperti anjloknya kereta dari rel, tabrakan antar KA dan yang paling akhir yaitu kereta tak berpenumpang yang melaju sendiri sehingga menabrak tiga rumah dan menewaskan seorang anak kecil merupakan masalah yang dihadapi pengelola KA, dan merupakan tantangan untuk memperbaiki tatanan yang ada menyangkut transportasi publik yang satu ini.

Kereta api menjadi alat transportasi yang mengerikan bagi masyarakat dengan rentetan kecelakan yang telah terjadi saat ini. Kecelakaan kereta api tidak hanya baru-baru ini saja terjadi, tetapi sudah terjadi lama seperti kecelakaan kereta pada 19 Oktober 1987 yang menewaskan ratusan orang di dekat Stasiun Sudimara, Bintaro. Sejarah kereta api Indonesia memang belum menemukan perkembangan yang positif dengan diliatnya masih sering terjadi kecelakaan. Opini di masyarakat pun berkembang mengenai kondisi kereta api Indonesia yang murni kesalahan manusia atau kesalahan system dan infrastruktur kereta api itu sendiri.

Minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur kereta api menjadi salah satu faktor kemunduran kereta api indonesia. Sedangkan kereta api merupakan alat transportasi yang murah, hemat energi, dan ramah lingkungan sehingga banyak masyarakat yang mengutamakan memakai alat transportasi ini. Salah satu kemunduran Kereta api Indonesia dibuktikan pada tahun 1939, panjang rel mencapai 6.811 kilometer, tetapi pada tahun 2000, rel warisan Belanda itu susut menjadi tinggal 4.030 km, atau turun 41%. Begitu pula dengan sarana pendukungnya seperti jumlah stasiun pemberhentian kereta. Pada 1955, jumlah stasiun mencapai 1.516 buah. Dalam kurun setengah abad, jumlah itu merosot 62% menjadi tinggal 571 stasiun. Faktor terpenting dari kereta ialah lokomotif, lokomotif kereta api indonesia dari 341 unit lokomotif yang ada pada 2008, hampir seluruhnya, sekitar 82%, sudah tua dengan umur antara 16-30 tahun. sedangkan hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan negara maju, seperti Jepang dan negara-negara Eropa, umur ekonomis kereta api guna menjamin keselamatan penumpang maksimal adalah 5-10 tahun.

Faktor Human Error justru sangat kecil kemungkinan sebagai faktor penyebab kecelakaan kereta api saat ini, karena seperti apa yang telah dijelaskan di atas bahwa Technical Error dari infrastruktur yang tersedia memang belum memadai. Sehingga seolah-olah menjadi kesalahan manusia padahal infrastruktur kereta api Indonesia yang tidak mendukung kinerja masinisnya. Pemerintah harus mengambil langkah tegas yang tidak lagi hanya wacana karena ini menyangkut nyawa rakyat banyak yang hendak menggunakan kereta.

Perbaikan demi perbaikan menyangkut infrastruktur seperti penyediaan gerbong kereta yang layak, mesin-mesin yang harus selalu diperbaharui, dan pengecekan rel kereta api yang rutin perlu diperbaiki. Baik mulai dari kels ekonomi sampai kelas eksekutive harus mendapatkan perawatan yang sama karena semua menyangkut sebuah pelayanan dan kenyamanan penumpang. Agar penumpang yakin keselamatan mereka tetap terjamin.

DAFTAR PUSTAKA

Ardiansyah, Fachri. 2011. Dari URL regional.kompasiana.com/…/kondisikeretaapiindonesiahuman-errortechnical-error/Tembolok. Diakses pada tanggal 7 Januari 2011.

3 Comments (+add yours?)

  1. perespersik
    Jan 26, 2011 @ 05:32:25

    kalo tarifnya naik sih gag papa. asal kualitas jg ditingkatkan, keamanan jg. cz akhir-akhir ni srng bget terjadi kecelakaan…

    Reply

  2. kokaino
    Jan 26, 2011 @ 10:13:50

    kurangnya perhatian terhadap tranportasi publik, menyebabkan kecelakaan dimana-mana, tidak ketinggalan yang menimpa kereta api itu.

    Reply

  3. ratnandoet
    Jan 27, 2011 @ 01:14:01

    naik kereta ki penak lho….tapi klo tarifnya naik yo jadi g kepenak neh…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: